Senin, 23 Januari 2012

Tahu Petis; cara biar nggak sakit hati


Di dunia ini ada tiga tipe manusia, baik, setengah baik dan belum baik. Kalau tipe pertama dan kedua, sudah pasti kita sering lihat di kehidupan sehari-hari,yang berbeda hanya intensitasnya, Untuk tipe ketiga, mungkin aku salah, but ini hanya sekilas pendapatku mengenai salah satu memori perjalanan hidup.

Ketika itu, aku baru saja liburan di suatu tempat, bersama keluarga tercinta. Kami mau pulang , dengan pesawat...
"Permisi, Pak. Apa tempat ini kosong." Tanyaku pada seorang lelaki, di dampingi istrinya
"Silahkan, dek."
Memang seharusnya tempat duduk untuk pesawat sudah diatur, tapi karena keterlambatan pesawat & faktor tertentu, kami para penumpang jadi milih tempat duduk seenaknya. Yah, mirip di bus kota lah, bedanya kalo di pesawat nggak ada yang berdiri!
Saat itu, beberapa menit sebelum pesawat lepas landas
"Dek, ini jam berapa?" Tanya lelaki paruh baya yang duduk di sebelahku
Mendengar permintaannya, langsung aku buka setengah lengan baju. "Jam 7, Pak."
Sekilas dia memperhatikan jam tanganku, "Ini kamu beli di sini, Ya? Harganya berapa?" Tanya dia
"Bukan, ini aku beli di Semarang. Cuma 50 ribu."
Lalu bapak itu senyum simpul, dan membuka lengan jasnya. "Coba lihat ini." Sebuah jam tangan dengan merk terkenal, dari sudut pandangku sangat jelas ini jam asli dan MAHAL
"Ini beli dimana, Pak? Harganya mahal pasti, Ya?" Kataku menggoda bapak itu, mencoba mengajaknya bercanda
Tapi, dia hanya tersenyum sambil melihat jamnya, ekspresi khusus untuk menyombongkan diri
Karena aku masih labil mungkin, Ya. Aku langsung berpikir negatif.. "Ini kenapa bapak sombong banget! Baru punya segitu aja.."
Jangan panggil aku Riyan kalo aku nggak bisa ngasih pelajaran nih orang, hehe. Melihat ibu-ibu tua yang kebingungan cari tempat duduk, "Ibu, duduk sini saja." Aku memanggil seorang ibu tua itu, sedikit klasik untuk seorang bapak di sampingku
"Terimakasih, dek."
Aku tersenyuim mempersilahkan dia duduk. Si bapak itu mengait lenganku, "Jangan pindah!.." Dari caranya berkata padaku, dia sedikit merasa kurang nyaman dengan si Ibu. Nah, lalu aku jalan nggak dengerin kata si Bapak, "Biar deh, tau rasa." Hehe..
Cukuplah aku duduk di dekat mesin juga nggak apa-apa, walaupun suaranya kenceng sampe bikin sakit telingfa tapi nggak bikin sakit hati

5 komentar:

NinjaDiary mengatakan...

errr...
maskapainya gimana sih bro
wah untung ga ada yang berdiri kayak naik bus PATAS hehe

Kampung Karya mengatakan...

ia ik, mau tanya juga itu maskapainya kok dudul gitu.. pengalamanku ya, walau pun sedelay apa pun tetap kan udah punya nomor kursi..
haha.. bapaknya jelas pamer tuh.
rampok aja sekalin.. hihi

blogwalking malem

Riyan Arrizal mengatakan...

@ninjadiary
hehe, kalo berdiri udah masuk berita gan.. :D

@kampungkarya
hehe.. iya pengen gua rampok waktu itu, tp karna aku anak baek jd cm nahan napas aja ngliat tingkahnya..

NuSkin BersamaKu mengatakan...

wkwkwkk, dasaar kau benar" konyol abiiisssssssss..hhaa

Riyan Arrizal mengatakan...

@3D
hahaa... blogmu baru ya?? semangat yaa anak jurnalis