Jumat, 13 April 2012

Dokter Jiwa!!!!!!!

Aku kembali ke dunia tulis lagi ah. Udah beberapa hari aku gak nulis. But, mendinglah aku masih suka baca buku-buku gitu. Salah stu buku yang jadi makanan ku itu, "madre" nya Dee, DO, sama buku tentang kisah fiktif dokter kejiwaan yang berjuang bersama manusia-manusia skizofrenia paranoid.
Untuk buku yang terakhir aku baca ini, menurutku spesial. Kenapa coba? Memang buku lain memiliki kisah yang menarik sendiri-sendiri, "madre" pun sungguh luar biasa dan menegaskan kekuatan Dee sebagai penulis wanita lini depan di negeri ini. But, aku menemukan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupanku di buku skizofrenia ini.
Judul bukunya, hm? Kalian bisa tebak sendiri. Seorang wanita yang bekerja sebagai perawat orang-orang "skizofrenia" yang bertemu dengan dokter kejiwaan cool abis. Kata kuncinya, ini buku tentang kesetiaan. Gimana?
Nah, di buku ini aku menemukan hal lain tentang sisi dokter. Pure. Aku lebih mengerti hakikat dokter dengan bahasa yang sederhana. Walau mungkin dokter adalah cita-cita terburuk yang pernah aku nyatakan untuk Mou, aku bisa mengerti dengan amat renyah.
Dokter jiwa. Ya, aku sekarang berpikir untuk menjadi seorang spesialis di bidang kejiwaan. Psikiater. Aku terpancing oleh kata-kata penulis. Aku seakan telah menyusuri detail kisah hidup cinta dokter-perawat, dan aku tengah kehausan untuk itu.
Banyak hal yang ingin aku gali tentang ilmu ini. Tentang kejiwaaan dan segala macam gangguan pada syaraf. Aku ingin paham dengan barang ini. Aku ingin membelinya! Hmm.. Obsesi, terkadang aku terlalu terobsesi akan sesuatu juga. Seperti sekarang.



Rabu, 28 Maret 2012

naruto


                Setan apa yang merasuki diriku untuk menulis malam-malam gini? Hah! Apa ajalah yang penting aku gak meninggalkanmu “pena”. Aku terus terang rindu dengan rangkaian kata yang mengucur begitu saja ketika berhadapan dengan kertas putih ini. Hahaha..
                Oke, membicarakan apa, Ya? Hari ini masih sibuk seperti hari biasanya yang isinya kegiatan kampus plus organisasi dan tak lupa main dong. Nah, di sela-sela kegiatanku itu, aku masih sempet  nonton tivi lho! dan acara yang aku tonton itu film kartun, Naruto.
                Tahu Naruto, Kan? Itu lho film kartun ninja-ninja yang punya jurus seribu bayangan. Tahu, Kan? Naruto ini merupakan film kartun kesukaanku. Kenapa? Bukan karena efek gambar atau senjata-jurusnya yang super keren, memang sih aku apresiasi imajinasi komikusnya yang super imajinatif itu, but aku lebih suka naruto karena dia punya semangat yang pantang menyerah! Sama kayak gue sob!
                Kadang waktu Naruto hampir kalah, udah babak belur dan hampir mati pokonya serasa mustahil menang deh, tiba-tiba aja dia inget masa lalunya, teman-teman, orang yang dicintai termasuk orangtuanya yang bahkan ia tak pernah ketemu sekalipun dan guru-gurunya. Akhirnya DIA BANGKIT! Nah ini yang paling gue suka, seorang yang optimistis!
                Jiwa optimis naruto udah mengalir di tubuhku mengisi kapiler darah terkecil sekalipun, hehe (sindrom anak kedokteran, ngomongnya ada anatomi terus). Tapi ini emang bener. Namun, lucunya ada sifat naruto yang masuk diam-diam ke dalam polah tingkah si penulis, yaitu sifat ceroboh dan terlalu mengentengkan yang berlebihan! Astaghfirullah.. But, Inilah aku si naruto yang meluncur di dunia maya. Yang akan menjadi hokage di Indonesia dan akan menjadi manusia paling super di dunia ninja, hehehe. Berasa banget semangatnya si naruto ini.
                Oke, cukup untuk membahas naruto dan seluk beluknya. Sekarang balik lagi ke cerita film naruto. Pagi tadi ada kejadian di film naruto yang mengusik perasaanku, yaitu ketika naruto mendapat es stik dari gurunya, Jiraiya.
"Terimakasih.."
 Ketika itu naruto duduk bersandar di bawah pohon berdampingan dengan Jiraiya. Dia diam saja seperti menahan sesuatu atau mungkin inilah yang akan dirasakan seorang anak dan ayahnya, hubungan batin yang tidak pernah sekalipun naruto merasakannya. Hufh.. menyedihkan bukan?
                Bukan kesedihan yang dia ajarkan melalui secuil kisahnya di rindangnya pohon. Namun dia mengajari tentang kasih sayang. Saya jadi ingat bahwa saya masih memiliki keluarga yang lengkap tidak seperti tokoh film kartun ini. Kami berbeda secara garis keturunan. Saya bisa merasakan hangatnya ibu dan suaka cinta seorang ayah. Terkadang walau bertengkar saya bahkan memvoting seratus persen lebih ingin memiliki saudara seperti sekarang. Saya dan dia memang berbeda.
                Jadi, melalui tulisan yang berpadu malam ini.. i just want say simple “love my family so much” Ahahaha
               

















Rabu, 21 Maret 2012

Gue!


                Sebenernya dulu aku nulis blog itu kepincut sama gaya penulisan Bang Dika (Raditya Dika) yang asal ceplos aja kayak mau masak telor . Aku ngelihat dia nulis itu kayaknya asik banget, bisa menjelajahi suatu tempat tersendiri yang emang khusus dibuat untuk dia sendiri. Seperti membangun dunia fantasi sendiri atau bahasa temenku itu kayak dunianya seorang autis. Bebas banget!
          Nah, itu dulu awal-awal aku nulis di blog. Aku pengin banget niru gayanya Bang Radit tapi masih dalam Ke-Riyan-an, hehe. Apakah namanya gak plagiat coba? Bener! Ini termasuk plagiasi yang halus. Dan seorang plagiasi gak akan hidup di dunia ini untuk waktu lama.
                Itu dulu.. Sebuah buku memahamkanku akan arti jati diri, cieee ngomongnya ketinggian kali ya? Bukan, bukan aku serius bahkan! Aku mulai paham bahwa manusia, kita-kita ini itu diciptakan sama Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan hampir sama! Coba lihat kita punya mata, hidung, mulut, tangan, kaki, punya sel darah merah, punya otak, punya jantung, hmm ini pengecualian buat yang cacat dulu. Coba lihat dulu? Gimana?
                Sebenernya kita emang hampir sama namun Allah itu Maha Baik, Dia menciptakan kita-kita ini dengan ke-khas-an yang berbeda-beda. Misalnya nih, kalo aku sukanya nulis yang gak jelas & suka banget yang namanya jual-beli, pasti beda sama si Stephen Hawking yang suka berteori tentang fisika yang kata orang adalah salah satu fisikawan sekelas Albert Einstein! Gimana? Beda, kan?
                Untuk itu, sebagai manusia haram hukumnya buat ngikut seorang habis-habisan! Misalnya aja nih, kalo kita suka banget sama Michael Jackson, terus kita tiru abis gaya dia mulai dari bla bla bla sampe bla lagi coba! Nggak banget kan? Mana jati diri mu sob?
                Inget, Allah kan udah menciptakan kita dengan kecerdasan dan kemampuan yang khas! Seandainya seorang yang memiliki jiwa d bidang masak, terus dia pengin banget jadi koki handal & paling dikenal di dunia, tapii karena keinginan orang tua nya dia akhirnya masuk dunia musik karena dituntut buat niru artis band paling oke sampe rambutnya di spike, gayanya niru abis, sampe jam manggungnya juga hapal. Nah, coba bayangin? Sekeras apapun dia berusaha, kan juga bukan tempatnya!! Seandainya dia naik daun itu juga bakal sebentar..
                Sob, sobat semua.. Inget ada pepatah mengatakan, kalo nyari suatu pekerjaan itu sebaiknya yang kita suka, karena dengan itu bekerja ibarat bermain! Hahaha.. Akhir kata, sebenernya ini buat menasihati diriku sendiri, penulis, Buat jadi diri sendiri yang emang pribadi yang beda! Dan pribadi yang udah mengenali diri sendiri InsyaAllah bakal mengenali Allah SWT. Amiin
                

Minggu, 18 Maret 2012

Sepetak surga ada di Sidomukti!


                Wisata Semarang? Kalau mau nanya asal-usul, serba-serbi dan semua tentang wisata di Semarang, tempat yang tepat itu ya di anak mudanya yang demen banget nongkrongin tempat wisata. Ya, kalian semua benar, penulis blog ini salah satunya jadi jangan tutup dulu jendela browsernya, hehe.
                Dari wisata jajan, rohani, belanja, nongkrong, keceh di air ria atau mentengin alam wisata Semarang, menurutku tempat wisata di Semarang itu nggak kalah sama Kota-kota besar lainnya. Bahkan wisata di Semarang punya seribu satu potensi kayak ali baba. Nggak percaya? Coba simak kembali faktanya bahwa Semarang itu satu-satunya Kota Besar yang punya daerah laut, pantai, dataran rendah bahkan gunung jadi satu! Coba bandingkan sama kota lainnya? Semacam Bandung yang hanya punya aspek alam pegunungan, atau Jakarta yang punya laut aja? Jadi potensi Semarang emang lebih besar.
                Nah, tanpa panjang kali lebar jadi luas lalu kali tinggi jadi volume, ini aku cantumin tempat wisata di Semarang yang memang jadi tempat favorit dari penulis.



                Gambar di atas itu kenangan penulis bareng temen-temen kuliah. Tempatnya di sidomukti, kabupaten Semarang. Menurutku ini tempat paling eksotik, paling “wow”, paling keren buat nongkrong, paling spesial untuk seorang tercinta, paling pas untuk keluarga, paling semua-lah! Sidomukti.
                Dua bukit bakal serasa menyampaikan selamat datang buat pengunjung Sidomukti, lalu panorama super indah bakal tersaji, judulnya “lukisan kota”. Spot di Sidomukti sendiri aku nggak tahu asal usul gimana bisa dapet, yang pasti secara geografis ini tempat paling hotnya Semarang.
                Kalau aku sendiri sebagai pengunjung, memang sudah sangat puas dengan semua yang disajikan di Sidomukti. Mulai dari view, pelayanan, fasilitas, semua sudah oke menurutku. Sayangnya ada satu hal yang mengganjal tentang Sidomukti ini sendiri, yaitu akses. Masalah yang sudah merakyat memang di negeri ini, pasti akses terutama jalan.
                Jalan menuju Sidomukti lebih mirip trek buat motor trail kali ,Ya? Sampe jalan menuju tempat wisata ini kira-kira satu dua kilometer isinya cuma batu nggak beraturan. Mungkin buat pembaca yang hobby nge-trail aku saranin coba main di daerah sini. Recommended! Gara-gara ngomongin jalan berbatu disambungin sama Sidomukti, kok aku jadi kepikiran gimana kalo pihak Sidomukti ngebuat acara motor trail di area Sidomukti? Mumpung jalan sekitar masih asoy buat nge-trail? Itung-itung buat promosi & jaring konsumen juga, gimana? 
                Semoga saja pihak Sidomukti baca tulisanku terus segera memperbaiki akses jalan menuju tempatnya itu. Coz, sayang banget tempat yang menurutku “secuil surga” itu sulit dijangkau. Bahkan banyak temenku yang berniat ke sana pupus dengan kata, “Ah, males, jalannya rusak parah!”
                Di akhir tulisan saya pengin berandai-andai, kalau saja Sidomukti udah perfect gitu terus aksesnya mudah.. Baru aku balik ke sana lagi
                Oh, iya tulisanku ini aku masukin ke lomba blog lho!! Dotsemarang, ada yang tahu? Ayo buat blogger Semarang ikutan juga. Tinggal klik aja tulisan blog yang berwarna ini. 

Senin, 12 Maret 2012

RESOLUSI 2012



Dulu aku gak kepikiran buat nge-blog, karena jujur aja aku udah bosen main blog waktu SMA. Emang sih waktu SMA aku bisa dibilang sebagai salah seorang blogger yang tergila-gila nulis di blog, tapi banyak copasnya dibanding nulis aslinya, hehe. Namanya juga anak SMA masih bau kencur & plagiat. But, gak apa-apalah namanya juga kan latihan nulis, so gak mungkin kan seorang langsung pinter nulis? Andrea Hirata pun juga pasti latihan nulis kan? Plagiat adalah salah satu caraku men-sharingan kata.
Awal Januari 2012, ada sebuah lomba blog yang nge-buat aku bergairah kembali terjun di dunia blog, ini lomba tentang resolusi-resolusi besar yang bakal dilakuin di tahun 2012. Hadiahnya emang cukup gede sih, tapi menurutku nggak terlalu penting, karena esensinya adalah perubahan yang bakal dianut dan dijadikan petunjuk dalam mengarungi tahun 2012! Semangat inilah yang melecut sel-sel hematositku untuk menghasilkan empedu.. Lho?  Kebanyakan belajar anatomi jadinya gini deh,Hehe. Maksudku hal ini yang ngebuat aku bangkit dari kebodohan dan kemalasan anak muda yang telah menggerayangi sejak usai UN SMA. Padahal SMA aku kan juga pemalas?
Beberapa resolusi aku tulis untuk aku gapai di tahun 2012. Kebanyakan resolusi itu tidak realistis memang, bahkan terkesan konyol atau apalah. Mungkin juga kalau ada seorang yang memang realistis sejati bakal menghina dengan kata “banyak omong!” atau sebagainya. Saya sendiri nggak menyalahkan, karena seseorang memiliki pandangan tersendiri, dan pasti seorang yang berani mengatakan seperti itu memiliki kualitas hidup tersendiri.
Sebenarnya aku ingin membuat flash back moment untuk semua resolusiku, bahkan aku udah tulis tapi setelah aku pikir-pikir dengan tidak baik, aku hapus deh lagi flash backnya. Menurutku belum saatnya aku menulisnya, karena beberapa alasan. Salah satu alasan itu karena banyak hal yang belum aku capai dan setidaknya ini terlalu dini, walaupun beberapa hal sudah aku capai dengan hasil yang cukup memuaskan tapi aku tidak puas! Untuk postingan ini, aku hanya ingin menulis beberapa sweet moment yang udah aku capai di tulisan resolusi-resolusi ini.
Salah satu sweet moment itu adalah ketika aku dinobatkan sebagai peserta diksar terbaik di angkatanku! Wah banget rasanya, ehehe. Stop, jangan besar hati riyan. Diksar emang jadi salah satu resolusiku di tahun 2012, ini mungkin sedikit konyol ya? Asal anda tahu saja, diksar itu emang biasa buat orang yang berpikir demikian, namun esensinya diksar itu bahkan lebih.. Bayangkan saja, dari 250 orang yang ikut diksar hanya 16 orang. 16 orang yang berotak dan bermodal semangat, melewati diksar 7 hari di gunung dengan teriakan-teriakan “tabah sampai akhir!”
Diksar emang wah! Bagi yang tidak ikut diksar, saya tegaskan di sini kalau kalian rugi, hehe. Itu sih menurutku, karena diksar telah memberikan banyak hal yang ‘kalau istilahnya coca-cola itu brrrr’. Di sini kami para peserta diksar dididik, ditempa, dikuatkan secara mental dan fisik! Duka, senang, sedih, tawa, canda, pilu, dan lain-lain kami hadapi di diksar, amazing. Kisah-kisah diksar terlalu banyak untuk dibahas di sini, ya sebenarnya lebih baik kalian mengikuti sendiri untuk merasakan sensasinya yang mengesankan.
Usai diksar, ada salah satu sweet momentku lagi. Sebenarnya banyak juga sih sweet moment, tapi nggak akan aku bahas di sini semua. Salah satunya lagi ialah, novelku hampir jadi! Hahaha.. Nggak tau deh bakal laku atau nggak, yang penting sebagai penulis amatir yang tak suka membaca buku dan berotak setengah sinting aku berideologi “keep writing aja!”. Isi tulisannya? Wah kalau itu rahasia, yang pasti InsyaAllah bermanfaat walau mungkin nggak sebaik karya teman-teman di FLP atau teman penulis lainnya, namanya juga latihan nulis. Bukankah seorang jatuh dulu kalau belajar naik sepeda? Kan nggak afdol juga kalau aku gak jatuh, hehe. Tapi jujur sebenernya aku lebih sering jatuh di dunia kepenulisan, walau temen-temenku banyak juga yang berpikir aku sedikit sukses cz waktu itu pernah juara nulis tingkat provinsi. Di sini saya tegaskan bahwa yang dilihat itu 1 persen kemenanganku, anda tidak melihat 99 persen kegagalan, pilu, pahit, kalah dari perjuanganku, Ahaha.
Hidup itu emang sulit, buat yang ngerasa hidup emang sulit. Tapi hidup itu sebenarnya indah buat yang menikmatinya. Lho kok malah belok-belok gini tulisanku? Ups.. Kan Allah menciptakan masa untuk kita hidup gak selamanya, jadi kalau sulit, percaya aja kalau semua bakal berakhir juga & kalau hidup ini terasa mudah, nikmatilah! Akhir kata, mari bersulang :D

Minggu, 11 Maret 2012

Tahu petis; Tips naik pesawat (part 2)


                Akhirnya ada waktu juga buat nulis, setelah seharian tadi nonton konser terus baKblas ke nikahan sodara terus jemput temen, dan sekarang tepatnya malem-malem aku bisa nulis juga!! Hehehe.. Seneng banget rasanya bisa menulis lagi, ngelihat rangkaian kata yang tak bermakna yang gak jelas lagi.
                Nah, pasti kalian penasaran sama kelanjutan kegeblekanku di WC pesawat kan? Pasti pada bertanya-tanya, apa yang bakal aku lakuin di tengah masalah yang rumit kayak gitu? Atau mungkin pada nebak-nebak apa yang aku lakuin? Stop.. Saya sudahi penasaran anda di sini.
                Melanjutkan kisah yang kemarin, kalau aku kehabisan tisu toilet di WC pesawat. Kejadiannya waktu itu aku terlalu terlena dengan tisu-tisu yang ada, kan modelnya roll. Jadi aku mainin deh, hehe. Mungkin juga aku terlalu ke enakan kali ya ngerasain sensasi bok*r di pesawat yang naik turun goyang kanan-kiri, hehe. Serasa terbang bareng paus ke angkasa lalu jatuh ke taman bunga yang.. Brrr!! Emang iklan fan*a!!!
                Stop, lanjut ke kisah. Nah, waktu itu aku kelabakan setengah mati. Bingung mau ngapain buat ngebersihin yang tersisa ini. Sekarang posisinya, tisu habis dan hanya ada wastafel kecil di samping yang gunanya bukan buat ceb*k tapi buat cuci tangan/ muka.
                Hehehe, pasti kalian yang ngebaca tulisanku ini berpikir aku bersih-bersih pake ini wastafel kan? Heh, saya tidak se gila itu dan saya juga mengerti estetika! Yang benar aja masa saya pake itu wastafel buat ngebersihin ini. Jelas tidak dong, saya juga normal seperti kalian.
                Jadi apa yang aku lakuin? Jangan panggil aku Riyan kalo gak punya sejuta akal. Pertama-tama, aku buka semua loker-loker yang ada di WC ini (di WC ini emang ada beberapa loker kecil di kanan closet) Aha! Dugaanku bener, ada kertas tisu! Selamat deh aku, ternyata nasib baik masih mengerti keadaanku yang kepepet ini. But setelah aku perhatikan dengan jelas, kok tisunya beda ya? Hahaha, ternyata ini tisu wajah!!! Gila! Hahahaa... Saya pun tertawa ngakak sendirian di WC sambil gosok-gosok sampe bersih sih sih..
                Tapi, kegeblekan kembali lagi. Tisunya kembali abis, sementara kebersihanku belum terjamin! Dasar Riyan geblek, tadi ngakak-ngakak sekarang coba. Akhirnya aku geledah lagi loker-loker, tapi gak ada yang tersisa. Wah banget tuh keadaan. Jalan satu-satunya Cuma, wastafel! Tekanan batin pun membombardir membuat aku lebih kebingungan daripada posisi pertama tadi.
                “Tok tok tok..” Wah, udah ada yang ngetok pintu WC lagi. Ternyata aku kelamaan di WC ini, hampir seperempat jam! Suara orang antri juga udah mulai kedengar dari dalam.
                Ah, tanpa pikir panjang , the power of kepepet merasuki mungkin yang ngebuat aku memberanikan diri... (Sumpah aku malu nulisnya) untuk ngambil bagian dari air wastafel pake dua tangan, lalu bersih diri secepat mungkin sampe WC nya jadi banjir gara-gara aku rusuh ngambil air di WC. YAH INTINYA GITU, SST LAH- SAMA SAMA TAHU, namanya juga kepepet, jadi gak usah saya lanjutin, Ya. Dan jangan mentertawakan atau tertawa baca pengalamanku, karena aku gak rela & gak ridho! Nah, lho..
                Setelah bersih aku langsung benerin pakaianku, lalu keluar dengan wajah sok innocent tanpa senyum sedikit pun! Kembali duduk di pesawat dengan nyaman dan tidur pulas.
                Sebenernya sih aku mules lagi setelah 2 jam an tidur, tapi yang ke dua ini aku lebih mengerti situasi dan apa yang harus aku lakuin. Dan satu lagi, ternyata WC tadi udah bersih dan udah ada tisunya lagi.
                Intinya, aku pengin share salah satu tips terpenting kalau lagi naik pesawat, jangan sekali-kali bok*r di pesawat, karena repot, apalagi kalau sampe diare. Kalau bisa makan tuh bat diare buat nahan isi perut kalau bisa yang banyak sekalian sampe overdosis berbusa, hehe (JANGAN!) Hmm, gimana? Apa gak percaya? Coba aja ndiri

Rabu, 07 Maret 2012

Tahu Petis; Tips Sebelum Naik Pesawat! Wajib baca




                Aku memulai postingan ini dengan kata “karena”. Hehe
                Karena salah satu pembaca blog tahu petis nanya, “kok isinya jadi cinta semua?” dan secara nggak langsung dia mungkin nge request tulisan yang lain, jadi aku mau nulis lagi tentang pengalaman-pengalaman gak penting dan gak jelas dari admin tahu petis, yang gak lain dalah saya sendiri, hehe.
                Kalo dilihat dari judulnya, mungkin ini nggak seperti tips lain-lainnya yang banyak teori dan lain-lain, but ini berdasar pengalaman sendiri dan InsyaAllah valid lid lid! Boleh deh di uji kebenarannya, dan saya siap dituntut jika berbohong. Lho? Kok malah ngelantur? Yuk kembali ke jalurnya..
                Jadi gini, ini berawal ketika aku pulang ke Indonesia. Waktu itu aku abis jalan-jalan ke luar negerti nih ceritanya (haha, ngiri kan?) Nah, waktu itu perjalanan dari sana luar negerinya ke Jakarta sebagai bandara Internasionalnya Indonesia kira-kira butuh waktu 9 jam 30 menit. Lama banget! Apalagi aku duduknya di kelas ekonomi, yah harus siap duduk 9 jam! Coba kelas VIP, bisa tidur selonjoran nyaman.. Wahh banget deh!
                Ketika itu, aku duduk di samping ibu-ibu paruh baya di sebelah kiri dan ada dua bapak-bapak tua di samping kanan, jadi ceritanya aku di tengah nih! Ini dia kesalahan pertama, tempat duduk di tengah! Ini adalah kesalahan terbesar jika naik pesawat. Kenapa? Nanti kalian bakal tahu, baca dulu sampai akhir
                Setelah sok-sok kenal, ternyata aku tahu kalo ibu paruh baya ini adalah ibunya temenku selama main-main di luar negeri itu. Nah, akhirnya kami jadi share-share pengalaman gitu, nah ini salah satu tips lagi. “Bergaul itu sama orang yang punya banyak pengalaman, karena kita bisa dapet ilmunya gratis tanpa harus mengalaminya!”
                Setelah setengah jam di atas pesawat, tiba-tiba! “Kruuuk-kruuuk!” Oh tidak! Perutku mulai berkontraksi, salah satu efek perjalanan yang salah! Aku mules, pengen boker! Oh, tidak! Sepertinya ini juga bukan bok*r biasa, ini kayaknya mencr*t!!!
                Gila, gila, gila! Aku langsung mikir, “Yan ini masih di pesawat! Jangan gokil kamu nanti kalo keceplosan di pesawat bisa bau semua ruangan di pesawat!!” Karena aku berideologi semangat dan keyakinan tinggi, maka aku coba tahan sekuat tenaga letupan-letupan yang mencoba mendorong dari arah xxx.
                “Ukhhhh!” Berkali-kali aku goyangin badanku kayak uler kepanesan, berkali-kali juga aku pegangan kursi depanku buat nahan yang pengen keluar ini! Sampe-sampe si ibu tadi ngeliatin aku heran, “Kenapa, dek?”
                “Ndak apa-apa, bu. Cuma gatel aja ini..”
                Aku Cuma bisa sok-sok senyum meringis ke ibu itu, sambil nahan malu setengah mati. Lho? Kenapa aku gak ke WC? Nah ini aku beritahu, di pesawat itu WC nya gak asik, super duper sempit dan antrinya waktu itu panjang dan aku malu sama ibu sebelahku, kan aku udah berlagak kayak orang nahan *** dan kalo aku ketahuan ke WC ntar dikira, malu aku!!
                Karena aku udah gak nahan, sampe kira-kira wajahku udah merah semua sama keringet udah bercucuran dan si ibu udah sangat heran, malu udah nomor sekian!! Aku langsung bilang ke ibu permisi untuk ke WC, si ibu memberi jalan sambil ngeliatin wajahku!
                Cepet-cepet aku jalan ke WC, udah kayak zombie deh jalannya, cepet tapi nahan sesuatu gitu. Sampe di WC, langsung... Kalian tahu sendiri lah!
                Nah, karena udah selesai nge bobol WC, aku mau cari pencetan air buat siram tuh XXX. Tapi, kok gak ada? Terus gimana? Gak ada air sob! Setelah aku telusurin ternyata WC di pesawat pakenya sedotan angin buat ngebersihin closetnya, hehe. Katrok aku :D
                Nah, usai ngebersihin closet, sesuai hukum syar’i aku bersih diri deh. Dan bersih-bersihnya gak kayak di Indonesia lho, di sini pake tisu. Ya, sebenrnya aku juga agak jijik kalo pake tisu, tapi mau gimana lagi? Just do it aja-lah!
                Mungkin terlalu ke-enakan bersih-bersih pake tisu kali ya, sampe-sampe tisunya abis!! Padahal aku belum selesai bersihin itu xxx di xxx-ku! Geblek, riyan geblek!! Kebodohan lagi yang aku perbuat!

*Penasaran kelanjutannya??? Apa yang aku lakuin di saat terdesak itu?? Tetep pantengin terus blog tahu petis! hehe

Selasa, 06 Maret 2012

Tahu Petis; Puisi


Penat! Kuliah kedokteran sungguh penat. Bayangkan aja, kuliah dari pagi sampai sore isinya tentang darah dan darah semua. Isinya juga bahasa ilmiah semua, penat!
Aku emang tak bisa dipaksa untuk langsung memahami sesuatu, apalagi mengenal dengan bahasa asing di telinga. Benar! Aku memang tak sepandai teman-temanku di FK, aku hanya seorang remaja biasa yang penuh mimpi. But, aku akan tetap kerja keras untuk itu.
Nah, daripada penat-penat gini kuliah, mendingan aku memikirkan sesuatu yang indah-indah. Membayangkan sesuatu yang "hmmmmmmm" sekali, hehe. Jadi singkatnya aku nggak memperhatikan kuliah kedokteran sebagian besar, tapi mbayangin seseorang (yang pasti wanita!!!) & tanpa sadar malah nulis beberapa puisi cinta yang emang terlintas begitu saja. Nih di bawah aku cantumin beberapa puisi cinta itu, yang emang aku buat terinspirasi oleh... Someone lah pokoknya, gak penting itu siapa, yang pasti keep writing aja!


Fisiologi Cinta
Cinta itu bagaikan darah
Berwarna merah
Jika lewat arteri, merah merona
Sedang lewat vena, merah kelam
Jika lewat agama, merah delima
Sedang lewat nafsu, merah karam
Itulah cinta

Cara-cara Menaklukanmu
Dari berbagai buku yang kubaca
Cara untuk menaklukanmu, ialah membuatmu bangga padaku
Dari berbagai teman yang kudengar
Cara untuk menaklukanmu ialah mengumbar mulut
Dari berbagai kalam suci yang ku mengerti
Cara untuk menaklukanmu ialah memperbaiki diriku

Meniti Langit
Engkau duduk di bangku itu
Tepat dua jarak dari tempatku mengagumimu
Engkau masih sama seperti dulu
Tetap mengembunkan tetesan cinta yang menarik hasratku
Di balik hijab cokelatmu
Di hempasan wajahmu kala berpaling ke arahku..
“Ya, aku seperti menapaki jalan setapak di langit
Setapak demi setapak
Kalau, kalau jatuh aku akan mati
Namun masih tetap setapak
Setapak
Masih setapak”
Seperti inilah rasanya mengagumi manis di balik bangku

Kesalahan Cinta
Kesalahan pertama, aku menyukaimu
Jika yang lain mengadu senyum, aku akan memendam senyum
Kesalahan kedua, aku memimpikanmu
Jika yang lain mengumbar nafsu, aku akan menahannya kelak
Kesalahan ketiga, aku mencintaimu
Jika yang lain menyatakannya, aku akan menulis untukmu