Senin, 20 Februari 2012

Tahu Petis: Riyan



Tinggal beberapa menit lagi menjelang tanggal 21 Februari 2012. Yup, jam udah nunjukin pukul 11 lebih 55.. Ya segitulah. Ada apa dengan 21 Februari? Ini menurutku hari yang bakal bersejarah (lagi) dalam hidupku. Memangnya ada apa?
            Diksar! Ya, diksar mapadoks. Pendidikan dasarnya untuk anak-anak yang (ngakunya) pecinta alam. Sebelumnya, diksar ini sudah menjadi target secara pribadiku di tahun 2012, dan hanya tinggal menghitung jam, beberapa jam lagi..
             Mungkin sebagian orang menganggap aku terlalu heboh atau bahasa kerennya “lebay”, yup benar. lebay! Karena hanya sekedar mendaki gunung seminggu dan tidur di alam liar aja harus di posting atau ditulis! Biasa aja ah! Jadi orang itu jangan terlalu berlebihan! Banyak omong. Atau apalah biasa yang sering dikatakan..
              Ya, sebenarnya nggak ada komen dariku ke pandangan tersebut, karena seorang memiliki pandangan tersendiri. Aku sendiri tak mengerti definisi-definisi ‘berlebihan’ karena memang berbeda tiap orang. Dan sebenarnya aku ini berbeda..
            Aku selalu menganggap ‘berlebihan’ atau ‘lebih’ di setiap jengkal detik hidup yang bakal ku jalani. Walaupun itu sekecil apapun, bahkan minum kopi harga seribuan. Yang namanya ‘riyan’ bakal anggep itu ‘lebih’ atau bahasaku ‘spesial’. Hmm.. Spesial di sini bukan berarti perfect, kalau menurutku spesial berarti menghargai dengan caraku sendiri.
          Jadi inilah caraku menghargai tiap takdir yang memang telah terjadi, dan setiap orang berhak mengartikannya apa.. Bagiku, its me cuy! Penulis geje. Hahaha.. Mari bersulang
                Nb; Berharaplah aku membawa sejuta kisah sepulang diksar :D

Tidak ada komentar: